Racikan Istimewa Begor Kaleyo
TEMPO Interaktif, Jakarta: Beberapa waktu lalu, seorang sobat penggila menu bebek, Amelia, membisiki saya tentang rumah makan baru yang belum genap dua bulan berdiri. Namanya Bebek Goreng (Begor) Kaleyo, yang berlokasi di kawasan Waru, Rawamangun, Jakarta Timur. “Soal rasa dan mutu tiada banding, tiada lawan,” katanya bersemangat.
Memang, tak ada kata “mati” dalam kamus wisata kuliner di Jakarta. Selalu ada tempat baru yang mencuri perhatian. Sebaliknya, mereka yang ingin membuka tempat makan mesti pintar-pintar menyajikan sesuatu yang berbeda.
Nah, pada malam akhir pekan lalu, saya menjajal Begor Kaleyo. Jalur menuju Terminal Rawamangun yang biasanya lengang tampak macet. “Sudah dua bulan jalan di sini padat pas makan siang dan malam. Kabarnya sejak dibukanya Kaleyo,” kata sopir taksi saya. Saya makin penasaran.
Sebelumnya, saat saya berselancar di komunitas kuliner di Internet, ada beberapa komentar. Contohnya, “Begor Kaleyo menyalip di tikungan. Sekarang hampir semua penggila bebek yang biasa bersantap di Tebet, Kebon Jeruk, dan di Kelapa Gading tersihir oleh Begor yang satu ini!”