Mainan yang cocok buat Anak Anda

June 4, 2009 Leave a comment

BINGUNG memilihkan mainan yang cocok bagi si kecil? Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda jadikan rujukan:

  1. Pilihlah mainan yang bersifat mendidik, karena bagaimanapun anak Anda membutuhkan pendidikan bagi kepribadiannya. Mainan yang mendidik tidak selalu bersifat mahal, tetapi memberikan unsur edukasi yang tinggi bagi Anak Anda. Contohnya ialah mainan yang menyisipkan unsur hitung-menghitung di dalamnya, atau mainan yang mengajarkan tentang hal-hal yang bersifat pengetahuan umum. Mainan seperti puzzle atau lego juga dapat bermanfaat bagi perkembangan otaknya.
  2. Read more…
Advertisements
Categories: anak anda Tags:

Perkedel Ikan & Sayuran

June 4, 2009 Leave a comment

Bahan :

  • 300 gr daging ikan (fillet, tanpa tulang dan duri), kukus matang, haluskan
  • 500 gr kentang, rebus matang, haluskan
  • 2 sdm tepung terigu
  • 1 butir telur
  • 50 gr wortel, parut
  • 50 gr jagung manis kalengan, tiriskan
  • 50 gr kacang polong
  • 2 batang daun seledri, iris halus
  • 2 butir telur, kocok sebentar untuk melumuri perkedel
  • minyak, untuk menggoreng

Bumbu : (dihaluskan)

  • 1 sdm ketumbar sangrai
  • 1/3 sdt merica bulat
  • 1/2 ruas jari kunyit bakar
  • 1/2 sdt garam halus

Tumis hingga layu :

  • 4 siung bawang putih
  • 4 butir bawang merah

Cara membuat :

  1. Campur daging ikan halus, kentang halus, tepung terigu, telur, dan bumbu halus, aduk hingga tercampur rata.
  2. Tambahkan wortel, jagung manis, dan kacang polong, aduk rata lagi. Bagi adonan perkedel menjadi beberapa bagian, kepal-kepal membentuk bulat pipih.
  3. Celupkan perkedel dalam telur kocok, kemudian goreng di atas api sedang saja, hingga kedua permukaannya berwarna kuning kecokelatan. Angkat, tiriskan.
Categories: kuliner Tags:

Racikan Istimewa Begor Kaleyo

February 4, 2009 Leave a comment

TEMPO Interaktif, Jakarta: Beberapa waktu lalu, seorang sobat penggila menu bebek, Amelia, membisiki saya tentang rumah makan baru yang belum genap dua bulan berdiri. Namanya Bebek Goreng (Begor) Kaleyo, yang berlokasi di kawasan Waru, Rawamangun, Jakarta Timur. “Soal rasa dan mutu tiada banding, tiada lawan,” katanya bersemangat.

Memang, tak ada kata “mati” dalam kamus wisata kuliner di Jakarta. Selalu ada tempat baru yang mencuri perhatian. Sebaliknya, mereka yang ingin membuka tempat makan mesti pintar-pintar menyajikan sesuatu yang berbeda.

Nah, pada malam akhir pekan lalu, saya menjajal Begor Kaleyo. Jalur menuju Terminal Rawamangun yang biasanya lengang tampak macet. “Sudah dua bulan jalan di sini padat pas makan siang dan malam. Kabarnya sejak dibukanya Kaleyo,” kata sopir taksi saya. Saya makin penasaran.

Sebelumnya, saat saya berselancar di komunitas kuliner di Internet, ada beberapa komentar. Contohnya, “Begor Kaleyo menyalip di tikungan. Sekarang hampir semua penggila bebek yang biasa bersantap di Tebet, Kebon Jeruk, dan di Kelapa Gading tersihir oleh Begor yang satu ini!”

Read more…

Categories: kuliner Tags:

Menanam Aura Positif pada Anak

February 4, 2009 Leave a comment

TEMPO Interaktif, Jakarta: Michelle Kezia sempat membuat orang tuanya gundah. Bocah delapan tahun itu sangat sulit makan. Sang ayah, Taufik Onggowidjaja, pernah memberinya obat penambah nafsu makan. Namun jurus ini tak mempan. Belakangan, Taufik melirik terapi hipnosis. Barulah terungkap, problem gadis kecilnya bukan sekadar urusan fisik, melainkan kejiwaan.

Bapak-ibunya pun disarankan mulai mengendurkan tekanan dan mengurangi kecerewetan mereka. Lalu sang anak diberi sugesti dengan pesan-pesan positif. Perlahan-lahan, siswi kelas III Sekolah Dasar Paulus, Bandung, itu mulai makan banyak.

Terapi hipnosis pada anak kian diminati. Karena berkaitan dengan pola asuh dan peran orang tua, hipnosis ini disebut hypnoparenting. Menurut Erwin Kusuma, spesialis kesehatan jiwa di Pro V Klinik, Cempaka Putih, Jakarta, menggunakan pengaruh hipnosis untuk menanamkan rekaman positif dan menetralkan rekaman negatif pada alam bawah sadar anak.”

Read more…

Categories: kesehatan Tags:

Internet dan Perilaku Konsumen

August 3, 2007 1 comment

Internet adalah salah satu revolusi yang mengubah wajah dunia. Bukan saja kehidupan masyarakat, tetapi juga masyarakat bisnis di dunia, termasuk gaya pemasaran. Internet adalah perwujudan dari ramalan yang muncul sejak tiga puluh tahun yang lalu, bahwa dunia akan terhubungkan oleh sebuah jaringan yang sangat besar yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Lebih dari empat dasawarsa lalu umat manusia sebenarnya sudah berpikir bahwa setiap negara akan kehilangan batas-batas ekonominya dengan negara lain. Pemikiran ini misalnya muncul ketika ide penyatuan eropa (uni eropa) dilontarkan. Sekalipun memiliki motif politik yang cukup kental, namun uni Eropa adalah model penyatuan ekonomi yang terbesar di dunia. Keinginan untuk menciptakan mata uang tunggal adalah manifestasi dari penyatuan ekonomi ini dan hal ini membutuhkan 40 tahun lebih untuk mewujudkannya.

Bermula dari Uni Eropa ini, isu regionalisasi perdagangan dan pembebasan tarif perdagangan antar negara kemudian mendominasi pertemuan-pertemuan ekonomi dunia dalam beberapa dasawarsa ke depan. Intinya bahwa setiap negara berupaya untuk melepaskan batas ekonomi yang membuat hambatan dengan negara-negara tetangga mereka. Paham-paham seperti ini pun menghiasi kolom-kolom tulisan dari para pakar futuristik seperti John Nisbitt, Peter Drucker, Fukuyama dan Alvin/Heidi Toffler. Setiap pakar, dengan latar belakangnya masing-masing mencoba membawa alam pikiran dari masyarakat dunia ke tata dunia yang baru yang akan menghilangkan sekat antar negara.

Read more…

Categories: info buku Tags:

The Art of ASIA

July 12, 2007 Leave a comment

 art-sea.jpg

The Art of South and Southeast Asia
Steven M. Kossak and Edith W. Watts
168 pages
ISBN 0-87099-992-3 (The Metropolitan Museum of Art)
ISBN 0-300-08897-3 (Yale University Press)
Library of Congress Control Number: 2001088296

A great and early civilization arose on the subcontinent of South Asia that in time spread northward to the Himalayan region and eastward to Southeast Asia, a vast area including Cambodia, Thailand, Laos, Indonesia, Vietnam, Malaysia, and Myanmar. This resource introduces works of art from this area selected from the superb South and Southeast Asian and Islamic collections of The Metropolitan Museum of Art.


Included are examples of Buddhist and Hindu temple art and the later court arts of South Asia; these range from miniature painting and luxurious textiles to elegant personal possessions. As well as descriptions of the visual qualities and symbolic meanings of the art, also provided are a summary of South and Southeast Asian history, a section about Buddhism and Hinduism, classroom activities, and lesson plans.

Categories: info buku

SalwA

July 4, 2007 Leave a comment

Surat Al-Baqarah: 57

Al-Baqarah: 57

57. Dan Kami naungimu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa.” Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, melainkan merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

Mereka dimusnahkan dengan halilintar, dan kemudian dibangkitkan kembali setelah mengalami kematian fisik. Kesadaran murni bisa mendapatkan petunjuk kebenaran. Supaya dapat memahami segala macam sifat, maka kita perlu mengetahui lawannya: untuk mengetahui panas, kita perlu mengetahui dingin; untuk mengetahui hidup, kita perlu mengetahui mati. Kematian itu penting, supaya kita dapat mengetahui makna keabadian, karena Allah menciptakan kita dari bahan mati.

Pengetahuan atau ilmu ketuhanan yang mereka dapatkan dari kematiannya membuat mereka dapat memahami senyata-nyatanya bahwa Allah adalah Sang Maha Pemelihara dan Maha Pemberi Rezeki. Mereka terbebas dari ilusi bahwa merekalah sumber dari segala rezeki. Dengan pengetahuan ini, muncullah kebebasan. Ketergantungan dan keterikatan kepada sumber kedua, atau sumber kemakhlukan, berakhir ketika seseorang mendapatkan hubungan dengan realitas agung, Sang Sebab Utama.

Rezeki mereka datang dalam bentuk manna dan salwa. Manna berasal dari akar kata yang artinya memberikan dengan murah hati, sedangkan salwa memiliki arti mirip dengan kedamaian. Kita dapat memahami istilah-istilah ini dalam pengertian rezeki lahir dan batin. Manna, dalam pengertian fisik, adalah buangan kotoran yang rasanya manis dari sejenis pohon, sedangkan salwa juga dapat berarti burung. Jadi, secara batin, manusia diberikan penghidupan yang tidak perlu susah payah didapatkan, karena mereka telah memiliki pengetahuan tentang kebebasan dari sebab-akibat, pengetahuan yang baru saja mereka miliki.

Categories: baby brains